Friday, July 22, 2016

Anak Kecil Itu

  
Anak Lelaki yang membawa termos yang berisi es lilin itu masih bersekolah Dasar di Gunung Sari Tasik Jawa Barat.ia membawa termos es itu sembari berjualan untuk membantu meringankan beban orang tuanya. Tanpa rasa malu ia menjajakan es lilin tersebut ke kelas-kelas dibantu dengan teman-temannya dengan riang gembira. ia hidup di keluarga yang sangat sederhana sekali, ia anak ke-4 dari 6 bersaudara dan biasa dipanggil Kancil oleh semua orang terdekatnya, Ayahnya,ibunya,kakaknya dan sahabat-sahabatnya. Ia lahir pada 11 juli 1964.
Ia berwajah ramah,tampan,kecil lincah,mempunyai banyak teman dan paling dewasa dibandingkan dengan saudara-saudaranya.dilahirkan dengan keadaan yang serba kurang tak lantas membuat ia menjadi anak yang kurang pergaulan. Anak Lelaki itu sangat suka sekali bergaul dengan siapa pun, dengan bergaul lah ia bisa bersekolah. Karena Ayahnya yang bernama Majidi dan Ibunya yang bernama Mas’amah ini tak mampu untuk membayar sekolahnya. “Saya maunya ya udah selesai saja sekolahnya tetapi teman-teman saya selalu iuran untuk uang sekolah saya, sangking sayangnya dengan saya” ujar Anak itu
Ketika ia memasuki SMA ia sangat populer dikalangan remaja, sampai-sampai guru pun ikut menyukainnya. Ia tidak bersekolah lagi ditempat ia lahir dan ia berpisah dengan teman-temannya yang dulu menyekolahkannya hingga tamat SMP. ia dan keluarganya pindah ke Bengkulu Utara karena bencana alam di Tasikmalaya pada tahun yang ia sendiri pun lupa dan tidak ingin mengingatnya. Anak Lelaki itu kembali mengalami kesulitan untuk membayar sekolahnya dan akhirnya ia bertemu dengan seorang gadis yang cantik sombong dan kaya di sekolahnya yang bernama Elisa Koestantri, Elisa dan keluarganyalah yang membantu Anak lelaki itu ketika keluarga Elisa membutuhkan pegawai dirumahnya

Selalu bertemu dengan Elisa membuat Anak Lelaki itu pun jatuh cinta dan terbiasa dengan  Elisa, akhirnya setelah mereka tamat SMA Anak lelaki itu mempersunting Elisa. menikah dengan Elisa tak membuat anak kecil itu terbuai dengan kekayaan yang Elisa punya. Ia dan Elisa memulai semuanya dari nol dari mengontrak rumah,di usir oleh yang punya kontrakan dan akhirnya mempunyai rumah sendiri. Anak itu mendapat pekerjaan di sebuah kantor PTPNusantara 7 dan istrinya mulai mendirikan salon dirumah untuk menambah penghasilan keluarga kecilnya. Kini Anak kecil itu hidup bahagia dengan keadaan yang berbeda, ia bisa membeli mobil sendiri untuk ia pakai ke kantor, ia membelikan motor untuk ketiga anaknya. Perjuangan anak kecil itu membuat ia menjadi tegar menghadapi apapun, sayang dengan keluarganya, ayah yang humoris, ayah yang pekerja keras, ayah yang berkumis tipis  dialah ayah ku Didin Djamaludin Pahlawan keluarga 

No comments:

Post a Comment