Anak
Lelaki yang membawa termos yang berisi es lilin itu masih bersekolah Dasar di
Gunung Sari Tasik Jawa Barat.ia membawa termos es itu sembari berjualan untuk membantu
meringankan beban orang tuanya. Tanpa rasa malu ia menjajakan es lilin tersebut
ke kelas-kelas dibantu dengan teman-temannya dengan riang gembira. ia hidup di
keluarga yang sangat sederhana sekali, ia anak ke-4 dari 6 bersaudara dan biasa
dipanggil Kancil oleh semua orang terdekatnya, Ayahnya,ibunya,kakaknya dan
sahabat-sahabatnya. Ia lahir pada 11 juli 1964.
Ia
berwajah ramah,tampan,kecil lincah,mempunyai banyak teman dan paling dewasa
dibandingkan dengan saudara-saudaranya.dilahirkan dengan keadaan yang serba
kurang tak lantas membuat ia menjadi anak yang kurang pergaulan. Anak Lelaki
itu sangat suka sekali bergaul dengan siapa pun, dengan bergaul lah ia bisa bersekolah.
Karena Ayahnya yang bernama Majidi dan Ibunya yang bernama Mas’amah ini tak mampu
untuk membayar sekolahnya. “Saya maunya ya udah selesai saja sekolahnya tetapi
teman-teman saya selalu iuran untuk uang sekolah saya, sangking sayangnya
dengan saya” ujar Anak itu
Ketika
ia memasuki SMA ia sangat populer dikalangan remaja, sampai-sampai guru pun
ikut menyukainnya. Ia tidak bersekolah lagi ditempat ia lahir dan ia berpisah
dengan teman-temannya yang dulu menyekolahkannya hingga tamat SMP. ia dan keluarganya
pindah ke Bengkulu Utara karena bencana alam di Tasikmalaya pada tahun yang ia
sendiri pun lupa dan tidak ingin mengingatnya. Anak Lelaki itu kembali
mengalami kesulitan untuk membayar sekolahnya dan akhirnya ia bertemu dengan
seorang gadis yang cantik sombong dan kaya di sekolahnya yang bernama Elisa Koestantri,
Elisa dan keluarganyalah yang membantu Anak lelaki itu ketika keluarga Elisa
membutuhkan pegawai dirumahnya
Selalu
bertemu dengan Elisa membuat Anak Lelaki itu pun jatuh cinta dan terbiasa
dengan Elisa, akhirnya setelah mereka tamat
SMA Anak lelaki itu mempersunting Elisa. menikah dengan Elisa tak membuat anak
kecil itu terbuai dengan kekayaan yang Elisa punya. Ia dan Elisa memulai
semuanya dari nol dari mengontrak rumah,di usir oleh yang punya kontrakan dan
akhirnya mempunyai rumah sendiri. Anak itu mendapat pekerjaan di sebuah kantor
PTPNusantara 7 dan istrinya mulai mendirikan salon dirumah untuk menambah
penghasilan keluarga kecilnya. Kini Anak kecil itu hidup bahagia dengan keadaan
yang berbeda, ia bisa membeli mobil sendiri untuk ia pakai ke kantor, ia
membelikan motor untuk ketiga anaknya. Perjuangan anak kecil itu membuat ia
menjadi tegar menghadapi apapun, sayang dengan keluarganya, ayah yang humoris,
ayah yang pekerja keras, ayah yang berkumis tipis dialah ayah ku Didin Djamaludin Pahlawan
keluarga




No comments:
Post a Comment